Yowa Yowa Sensei
Kei Hanamori baru saja menjadi wali kelas 2-B. Di hari pertama, telapak tangannya basah, suaranya bergetar, dan pikiran langsung overthinking saat semua mata tertuju padanya. Alih-alih menyembunyikan rasa takut, Kei memilih jujur. Kejujuran itu justru mencairkan suasana dan membuka jalan komunikasi dua arah. Ia membuat kotak pesan anonim agar murid bisa curhat tanpa canggung, memulai tradisi refleksi mingguan yang bikin kelas terasa aman buat semua. Seiring waktu, Kei harus berhadapan dengan macam-macam drama sekolah. Ada murid yang diam-diam kerja paruh waktu, gosip nilai bocor, hingga wakasek yang super ketat. Dengan dukungan guru BK Aoi dan pelatih olahraga Daichi, Kei belajar bernapas lebih tenang, menetapkan batas, dan berdiri di garis depan saat muridnya butuh. Festival budaya, lomba olahraga, dan rapat orang tua jadi panggung kecil tempat ia menukar rasa takut dengan keberanian. Pelan-pelan, 2-B berubah jadi komunitas yang saling jaga, dan Kei menemukan versi dirinya yang lebih kuat.