Sangeki
Raka, kru magang tata panggung di teater tua Rantabaya, menemukan naskah berjudul Sangeki yang dipenuhi coretan tinta merah. Setelah sesi baca pertama, kecelakaan aneh menimpa salah satu kru persis seperti catatan pinggir pada naskah itu. Bersama Aira, aktris utama yang namanya terus diseret warganet, Raka menelusuri jejak tragedi 20 tahun silam yang pernah menutup teater tersebut, sambil menghadapi tekanan sponsor dan sorotan media. Semakin dekat ke malam perdana, naskah itu terus berubah mengikuti arus komentar di forum anonim, seolah menulis ulang takdir setiap adegan. Raka dan Aira harus memilih antara membatalkan pertunjukan dan merusak karier mereka atau menulis akhir baru yang berisiko memakan tumbal. Di tengah panggung yang makin gelap, mereka mencari celah untuk membalikkan naskah sebelum nyawa berikutnya hilang.