Crimson Heart Wanderer
Arka terbangun di padang garam dengan inti merah kirmizi berdetak di dadanya, menggantikan hati yang seharusnya ada. Sebuah kompas tua yang memerah saat mendeteksi luka batin menuntunnya dari kota rel hingga pelabuhan awan. Di perjalanan, ia bertemu Mara, kartografer berkaki prostetik yang memburu peta paling mustahil, dan Kumo, musisi jalanan yang bisa membaca warna emosi. Mereka menukar pekerjaan kecil, membongkar legenda pasar malam, dan menyusun kembali serpihan memori yang tercecer di sepanjang rute petualangan mereka. Namun gema Hati Kirmizi mengundang bahaya. Konsorsium Pucat mengincarnya untuk memanen empati sebagai senjata. Setiap kali Arka menolong orang, hatinya menguat tetapi mencuri potongan kenangan yang paling lembut. Jejak mereka berakhir di Mesin Tenun yang konon mengatur cuaca berdasarkan emosi kota. Di ambang putaran terakhir, Arka harus memilih memecahkan Hati Kirmizi demi membebaskan perasaan yang dikurung, atau mempertahankannya dengan risiko kehilangan jati diri selamanya.